Lapuk Menanti Sirna

Rabu, Juli 28, 2010

Yang aku tau akan cinta...
Pahit, sakit, sedih kadang manis sejenak
Aku tak bersahabat baik dengan cinta
Namun sakit dan tangis adalah sahabatku

Ya... aku sangat mengenal baik apa itu sakit
Dan aku tau kenapa air mata slalu bersama sakit
Ibarat kayu lapuk... ku tinggal menanti sentuhan
Sentuhan yang bisa mensirnakan ku

Namun sayangnya untuk sirna pun sulit
Aku bagai tergantung di situasi yang salah
Di antara hidup ini banyak pilihan
Tapi adakah pilihan yang baik untuk ku pilih

Sampai kapan ini berakhir dan sirna
Sampai kapan aku menemukan jawaban atas semua
Sampai kapan lapuk ku tersentuh dan sirna
Penantian tak berujung bertanda akhir

0 komentar: